Behind this mask is not only a flesh Mr. Creedy,
Behind this mask is an idea.
And the idea is bulletproof.
"V"
Wuiih kata-kata yang menarik yaa, artinya kurang lebih begini: dibalik topeng ini bukan hanya seonggok darah dan daging, dibalik topeng ini ada sebuah ide. Dan ide itu adalah anti peluru. Anti peluru???? Bingung kan kenapa anti peluru, coz dalam pilem V Vor Vendetta sendiri, V digambarkan anti peluru, mungkin pake flak jacket kali.
Harus Gill akui, filem V Vor Vagina Vendetta bener-bener filem yang menarik. Neh filem bercerita tentang perlawanan seorang teroris bernama V, yang memberontak terhadap sistem ororiter negara Inggris di masa depan. Tapi kayaknya creepy banget ngeliat muka si V yang pake topeng aneh, trus rambut ngebob, hiiiiii udah kayak setan aja.
Si V diperanin ama Hugo Weaving ( LOTR and The Matrix). Tapi yang paling ngeselin, kita gak bisa liat muka muka Agent Smith, coz mulai dari awal sampe pilemnya rampung, topengnya gak dilepas-lepas. Jadi buat yang nonton, bayangin aja muka topeng ama suara “We met again Miissstteerr Nneeeeooooo”.
Lawan maennya adalah Natalie Air Portman (Star Wars), sebagai Evey, orang biasa yang gak tau apa-apa trus keseret dalam tindakan terorisme V. Kayaknya Princess Amidala nih cucok banget bo jadi Evey. Kesannya tuh tangguh tapi feminin plus ada adegan dimana rambutnya dibotakin semua *lebih keren dari Britney botak sama Demi Moore botak*. Tapi akhirnya setelah si V mati, Evey-lah yang ngelanjutin perjuangan V sebagai teroris.
Pilem ini nunjukin bahwa revolusi bukan hanya bisa dilakukan oleh satu orang yang rematik karismatik aja, but revolusi juga harus dilakukan oleh orang-orang yang memiliki ideologi yang sama, jadi perjuangan bisa diturunkan. Jadi kayak V yang menurunkan topeng noraknya ke Evey.
"Voilà ! In view, a humble vaudevillian veteran, cast vicariously as both victim and villain by the vicissitudes of Fate. This visage, no mere veneer of vanity, is a vestige of the vox populi, now vacant, vanished, as the once vital voice of the verisimilitude now venerates what they once vilified. However, this valorous visitation of a by-gone vexation, stands vivified, and has vowed to vanquish these venal and virulent vermin vanguarding vice and vouchsafing the violently vicious and voracious violation of volition. The only verdict is vengeance; a vendetta, held as a votive, not in vain, for the value and veracity of such shall one day vindicate the vigilant and the virtuous. Verily, this vichyssoise of verbiage veers most verbose vis-à -vis an introduction, and so it is my very good honor to meet you... and you may call me V."


Tidak ada komentar:
Posting Komentar