23.4.08


Behind this mask is not only a flesh Mr. Creedy,

Behind this mask is an idea.

And the idea is bulletproof.

"V"

Wuiih kata-kata yang menarik yaa, artinya kurang lebih begini: dibalik topeng ini bukan hanya seonggok darah dan daging, dibalik topeng ini ada sebuah ide. Dan ide itu adalah anti peluru. Anti peluru???? Bingung kan kenapa anti peluru, coz dalam pilem V Vor Vendetta sendiri, V digambarkan anti peluru, mungkin pake flak jacket kali.

Harus Gill akui, filem V Vor Vagina Vendetta bener-bener filem yang menarik. Neh filem bercerita tentang perlawanan seorang teroris bernama V, yang memberontak terhadap sistem ororiter negara Inggris di masa depan. Tapi kayaknya creepy banget ngeliat muka si V yang pake topeng aneh, trus rambut ngebob, hiiiiii udah kayak setan aja.

Si V diperanin ama Hugo Weaving ( LOTR and The Matrix). Tapi yang paling ngeselin, kita gak bisa liat muka muka Agent Smith, coz mulai dari awal sampe pilemnya rampung, topengnya gak dilepas-lepas. Jadi buat yang nonton, bayangin aja muka topeng ama suara “We met again Miissstteerr Nneeeeooooo”.

Lawan maennya adalah Natalie Air Portman (Star Wars), sebagai Evey, orang biasa yang gak tau apa-apa trus keseret dalam tindakan terorisme V. Kayaknya Princess Amidala nih cucok banget bo jadi Evey. Kesannya tuh tangguh tapi feminin plus ada adegan dimana rambutnya dibotakin semua *lebih keren dari Britney botak sama Demi Moore botak*. Tapi akhirnya setelah si V mati, Evey-lah yang ngelanjutin perjuangan V sebagai teroris.

Pilem ini nunjukin bahwa revolusi bukan hanya bisa dilakukan oleh satu orang yang rematik karismatik aja, but revolusi juga harus dilakukan oleh orang-orang yang memiliki ideologi yang sama, jadi perjuangan bisa diturunkan. Jadi kayak V yang menurunkan topeng noraknya ke Evey.

"Voilà ! In view, a humble vaudevillian veteran, cast vicariously as both victim and villain by the vicissitudes of Fate. This visage, no mere veneer of vanity, is a vestige of the vox populi, now vacant, vanished, as the once vital voice of the verisimilitude now venerates what they once vilified. However, this valorous visitation of a by-gone vexation, stands vivified, and has vowed to vanquish these venal and virulent vermin vanguarding vice and vouchsafing the violently vicious and voracious violation of volition. The only verdict is vengeance; a vendetta, held as a votive, not in vain, for the value and veracity of such shall one day vindicate the vigilant and the virtuous. Verily, this vichyssoise of verbiage veers most verbose vis-à -vis an introduction, and so it is my very good honor to meet you... and you may call me V."

Obrolan Gila Tuhan dan Malaikatnya


Pada suatu hari Tuhan sedang ngobrol-ngobrol dengan malaikatnya. Malaikat memuji Tuhan dengan sangat tinggi.

“Tuhan kau memang sangat hebat, mampu menciptakan keseimbangan yang luar biasa di bumi.”

“Yaaa, you know lah, Tuhan gitu loh!!”

“Coba liat negara di Timur Tengah, Anda memberi minyak bumi yang sangat berlimpah di sana sehingga negara-negara di Timur tengah bisa menjadi kaya, namun Anda membuat daratannya gersang sehingga tidak bisa ditumbuhi tanaman, sungguh keseimbangan yang luar biasa Tuhan.” Puji Malaikat

“Ya jelas.”

“Kita liat lagi di negara Jepang. Mereka hanya memiliki sedikit daratan dan Sumber Daya Alam, namun Anda memberikan kepintaran kepada orang-orang Jepang sehingga mereka mampu menjadi salah satu negara maju.” Puji Malaikat lagi,

“Hohoho jangan terlalu memuji gitu donk.”

“Tapi ada satu negara yang saya tidak mengerti wahai Tuhanku.”

“Apa itu??” Tanya Tuhan yang penasaran hasil karyanya tidak dimengerti oleh Malaikat.

“Ada satu negara yang menarik perhatian saya. Negara tersebut sangat luas, daratan dan lautnya mengandung Sumber Daya Alam yang sangat melimpah ruah. Bahkan katanya kalo tongkat di tanam, bisa jadi pohon beneran. Dan Sumber daya manusianya yang banyak dan majemuk sehingga terlihat sangat berbudaya. Ditambah lagi alamnya yang dilewati jalur khatulistiwa sehingga banyak yang bilang Indonesia adalah jamrud khatulistiwa yang luar biasa indah. Nah pertanyaan saya, dimana anda menaruh kelemahan pada negara ini wahai Tuhanku?”

“Hehehehe, ternyata Loe kurang teliti bro. I put the weakness in their government hohohohoho

“………..” Malaikat pun bengong.






22.4.08

Matinya Manusia

Kuasakah engkau menciptakan Tuhan? Maka diamlah wahai segala Tuhan!

Tapi yang pasti engkau dapat menciptakan Superman.

Begitulah aforisme yang ditulis oleh Fredreich Nietczhe dalam buku tergilanya, Thus Sprach of Zarathustra. Buku ini menceritakan kematian Tuhan, secara metafora tentunya. Ditulis dengan sudut pandang orang pertama dari mata Zarathustra, seorang penyendiri dan pertapa, yang setelah sepuluh tahun mendekam di pegunungan sunyi, akhirnya turun setelah berbincang-bincang dengan matahari.

Dalam buku ini, Nietzche sebenernya berusaha menyindir kaum agamis yang sok suci, dengan menunjukan bahwa Tuhan hanya memperlambat fungsi otak manusia. Dengan bergantung pada Tuhan, maka manusia akan kehilangan jati dirinya, karena ketangguhan, kehebatan, dan potensi mereka tertutup oleh figur Tuhan yang selalu melebihi manusia. Karena itu manusia akan menjadi terbatas, dibatasi oleh norma agama.

Dalam berbagai bukunya, Nietzche tidak pernah menghujat Tuhan. Namun, Nietzche meneriakan Tuhan telah mati, dan gereja adalah nisannya. Maksud kematian Tuhan sebenarnya adalah awal dari kebangkitan manusia sekuler. Manusia bebas yang bertindak menurut akal pikiran dan pengetahuan yang didapat tanpa melibatkan Tuhan.

Manusia yang tadinya adalah inferior dihadapan Tuhan, akan menjadi superior. Nietzche mengagung-agungkan bentuk peradaban yang modern. Banyak tulisan-tulisannya yang berkata bahwa dia membenci bentuk manusia sebagai mahluk biologi. Manusia adalah mahluk elektronik, homo sapien electronicus. Terlihat dengan menyatunya tubuh biologi manusia dengan mesin, kloning manusia, dan terjadinya dunia Cyber di internet.

Belum pasti memang, tapi kebangkitan manusia sebagai penguasa alam semesta akan terjadi, dan akan menggantikan segala macam fungsi Tuhan. Entah dalam hal penciptaan atau penghancuran. Kita nggak akan tahu apa yang akan terjadi nanti...

Ghost in The Shell

Ghost in the Shell adalah komik Jepang yang diciptakan oleh Masamune Shirow pada tahun 1996. Bisa dibilang konsep ceritanya terinsipirasi dari Film Blade Runner, hanya saja lebih ber-sok filsafat.

Setting waktu Ghost in the Shell adalah sekitar tahun 2020-an dimana konsep mengenai tubuh cybernetics sudah dipraktekan dengan massal. Hampir seluruh manusia di bumi sudah menggantikan paling tidak satu bagian tubuhnya dengan mesin. Tokoh utamanya adalah Motoko Kusanagi, seorang polisi bagian Cybercrime kepolisian Jepang yang seluruh bagian tubuhnya sudah digantikan dengan mesin. Bersama rekannya Batou, Motoko melakukan pengejaran terhadap The Puppet Master, penjahat yang hobi melakukan hacking terhadap insitusi-institusi pemerintahan dan merusak orang-orang yang memiliki bagian tubuh mesin.

Dalam konfrontasinya dengan Puppet Master, Puppet Master mengeluarkan pertanyaan kepada Motoko. “Kenapa”. Tentu saja Motoko menjawab bahwa dia adalah manusia. “Kenapa?” Tanya Puppet Master. “Aku dilahirkan dari rahim seorang ibu, aku bisa menangis, dan aku bisa tertawa.”

“Tidak lagi... senyummu adalah sebuah emosi artifisial, air matamu adalah sebuah air mineral yang setiap hari kamu isi. Apakah kamu yakin bahwa Motoko itu ‘ada’?”

Manusia, seperti yang dikatakan oleh Nietzche tidak bias berbohong bahwa terkadang sangat membenci tubuh berdaging ini. Ada yang sangat membenci hidungnya karena besar dan berjerawat, ada yang sangat membenci mukanya yang hitam legam, atau tubuhnya yang pendek. Seolah-olah manusia ada yang tercipta tidak sempurna dibandingkan dengan manusia yang lain. Ada sebuah metafora yaitu Homelette, yaitu manusia sebagai telur. Telur ada sebuah benda yang rapuh, diperlukan sebuah perlakuan khusus terhadapnya. Telur itu adalah tubuh manusia, digergoti oleh usia, kapasitas otak yang terbatas, tulang yang rapuh, energi yang mudah habis dan lain-lain.

Dalam Ghost in the Shell, konsepsi tentang pencitraan manusia direkonstruksi ulang. Manusia dengan mudah menggantikan bagian tubuhnya dengan sebuah benda artifisial, mata digantikan dengan sebuah kamera yang bisa zoom hingga ke bulan, kaki digantikan mesin yang bisa meloncat melebihi gedung bertingkat, energi yang tidak bisa habis dengan reaktor nuklir dan sebagainya. Manusia mencapai kesempurnaannya dengan menggantikan segala kelemahannya, sehingga ada sebuah manusia yang tidak berbentuk ‘manusia’. Atau seperti Motoko yang selain tubuh cyberneticnya hanya sebuah Ghost atau hantu di dalam mesin.

Konsep di atas adalah pencitraan masa depan umat manusia. Sebuah generasi yang selalu di awali dengan kata Post- atau yang berarti melampaui. Entah itu postmodern, post cyberpunksm serta post apalah.

Namun semakin manusia memperbaiki dirinya dengan berbagai hal yang mampu dilakukannya, manusia tersebut semakin meninggalkan eksistensi dirinya terhadap dunia. Manusia akan semakin terjebak dalam konsepsi realita yang diciptakannnya sendiri. Misalnya contohnya adalah aku sendiri. Kenyamanan terpuncak bagi diriku adalah saat aku menamatkan sebuah game misalnya. Rasanya seluruh dunia mampu kutaklukan, bukan karena membohongi bahwa game adalah sebuah ilusi yang diciptakan manusia karena sebuah mimpi.

Kembali kepada konsepsi hantu di dalam tubuh. Apakah Motoko bisa disebut sebagai seorang manusia, atau hanya sebuah ‘being’ atau ‘ada’. Jiwanya seolah hanya berupa hantu yang mendiami sebuah tubuh tanpa daging dan dengan seenaknya bisa keluar kapan saja ia mau. Apa seperti itu?. Konsepsi jiwa sampai sekarang pun masih absurd. Jiwa berupa sebuah bentuk proses kimiawi dalam elekstrisitas otak, ataukah berupa spirit theis penuh cahaya yang abstrak.

Ghost in the Shell adalah kisah yang menginsipirasi Wachowski untuk membuat The Matrix. Seperti dalam The Matrix, pernahkah kita berpikir bahwa dunia yang kita sentuh, kita cium, dan kita rasakan hanyalah sebuah penjara yang diciptakan oleh entitas yang lebih besar dan agung daripada kita. Kita tidak akan pernah tahu hingga kita mendobrak realita itu dengan tangan kita sendiri dan berterik MERDEKAA!!!!!!!!.

Bertanyalah kepada dirimu sendiri apakah atribut yang kamu pakai adalah sebuah simbolisme dari jiwa tanpa tubuh... atau malah sebuah tubuh tanpa jiwa?

::Wondering in the Wonderland::



Do you like Wonderland? Don’t know maybe. But we are lives in the Wonderland.
Sometime we think life is meaningless. For what purpose we had born into this world. When the doctor cut your chord, she or he said: ‘You free into this life’. The shell we have live for nine month has broken anymore. You are alone now.

We throw into rabbit holes. Confuse us for entire life. Call it crazy. In the deepest forest of heart we have crying all day and night. Right before we open our eyes, and time to shut it down.

Seems like the world has played on us. Like the world is Cheshire cat that grin oddly every step we make. Did you believe this. I do.

We can obey it with ignorance. Disobey. Rebellion and many thing that break every rule that the world created. Including the general habbit.

Say it for me. Did your life comes with smile in your mouth? Didn’t aren’t ya?

You came into this world with crying! Crying so deeply, although your parents laughing with all happines. But you sad. Why to be choosen by God to born.

Wonderland is waiting. Waiting for you to joy it. Waiting for you swell it.

The only verdict is, tears that come trough your river eyes. The only prove is your aliveness. Belongness and beingness that you obey the world.

Why cames into this life to die? Mankind has live for million years to rule the earth. To made this dream into reality.

And then we live with two people blessing. And die with five billion people regreting. That’s life honey.

Some times you feel your room is like a prison. Chained by invisble rule that you even didn’t know it. That’s crazier than your thought. Like Alice want to back home when she gone to Wonderland. But she couldn’t. Guilty of thiefing Red King Crown. She’s losted. Like us...













Satu lagi komik yang bertema eksistensialis setelah review komik Kingdom Come dulu. Kali ini adalah mega event Infinite Crisis pada tahun 2006 kemaren.

DC sebagai penerbit komik terkemuka di AS terkenal dalam ketidak konsistensiannya dalam membuat komik Superhero. Misalnya sampai awal tahun 90-an sendiri masih banyak karakterk komik yang saling bentrok. Misalnya ada dua orang Superboy, yang satu adalah Superboy sebagai Superman yang masih muda dan tinggal di Smallville sedangkan Superboy yang lain adalah seorang kloning dari Superman dan Lex Luthor. Begitu juga karakter Superhero lainnya seperti Supergirl dan Power Girl.

DC mengakali kekacauan ini dengan membuat berbagai dunia parallel dalam dunia DC. Awal pembentukan dunia parallel ini adalah pada mulanya eksperiman ilmuwan Oa yaitu Krona yang meneliti jawaban atas terbentuknya alam semesta dengan menciptakan monitor, tapi sayang saat monitor tercipta, tercipta juga anti monitor yang jahat. Anti monitor ini mengajak Alexander Luthor dari Earth Three untuk menghancurkan Earth-earth yang lain. Namun dengan bantuan superhero yang tersisa, akhirnya monitor dapat menghentikan anti-monitor dan Alexander Luthor

Pada tahun 2005-2006 sebagai perayaan 50 tahun perjalanan DC comics, maka infinite crisis dilanjutkan kembali. Yang paling males waktu baca komik amrik kaya gini adalah harus membaca beberapa buku yang berbeda seperti komik Batman, Superman dan beberapa komik Tie In lainnya.

IDENTITY CRISIS


Awal infinite crisis adalah tentang penghapusan ingatan beberapa superhero dan villain dalam serial Identity Crisis. Disini diceritakan pembunuhan Sue Dibny oleh oknum tidak dikenal setelah pemerkosaannya oleh Dr. Light. Ingatan. Kemudian ingatan Dr. Light dihapus oleh Zatanna, Batman yang berang melihat kelakuan rekan-rekan JLAnya mengamuk dan terpaksa dihapus juga ingatannya. Beberapa minggu kemudian Sue Dibny ditemukan tewas tertembak di kepalanya. Dan pada komik JLA #115-119 Batman menyadari ingatannya sudah dihapus....

The Killers is: Jean Loring

Writer: Brad Meltzer

Artist: Rag Morrales

COUNTDOWN TO INFINITE CRISIS

Dalam Countdown to Infinite Crisis diceritakan tewasnya Blue Beetle setelah mengetahui beberapa rencana Maxwell Lord (Max adalah k

apitalis yang membiayai Justice League) beserta organisasinya, Checkmate dalam upaya untuk membunuh seluruh metahuman di seluruh dunia. Dan semuanya mengarah pada OMAC project...

Artis: Rags Morales & Michael Bair, Jesus Saiz & Jim Palmiotti, Ivan Reis & Marc Campos, Phil Jimenez & Andy Lanning and Ed Benes

Writer: Geoff Johns, Greg Rucka, and Judd Winick


O.M.A.C. PROJECT

Setelah menyadari kematian Blue Beetle, para Super

hero menyadari ada yang salah dengan komunitas metahuman. Beberapa superhero maupun villains dibantai oleh mahluk yang bernama OMAC yaitu Omni Mind and Community yang diciptakan oleh Maxwell Lord. Usut-punya usut OMAC diciptakan dengan data-data para superhero yang didapat dari satelit milik Batman bernama Brother MK I alias Brother Eye. Tujuannya adalah adalah untuk mengawasi komunitas superhero setelah mengetahui bahwa ingatannya telah dihapus dalam komik Identity Crisis. Pertempuran antara gabungan superhero dan supervillain melawan OMAC pun berlangsung da

n diakhiri dengan kematian Maxwell Lord oleh Wonder Woman. OMAC sendiri diciptakan Max dengan menggunakan virus dari Brainiac yang kemudia di infeksikan dengan menggunakan Brother Eye. Yang akhirnya satelit ini dicuri oleh Alexander Luthor, sang desainer krisis

Artis: Jesus Saiz

Writer: Greg Rucka


VILLAIN UNITED

Dalang beberapa insiden di atas diungkapkan dalam Infinite Crisis. Misalnya pencuri satelit Brother Eye adalah Superboy-Prime yang bekerja sama dalam rangka memusnahkan seluruh Meta Human di bumi. Selain itu dalam Countdown to Infinite Crisis, Alexander Luthor menyamar sebagai Lex Luthor dan membangun Secret Society yang baru bersama Deathstroke, Thalia Al-Ghul, Dr. Psycho dan Black Adam. Kemudian merekrut seluruh super villain untuk melawan super hero. Dalam villain united diceritakan mengenai Secret Six yang tidak mau bergabung dengan New Secret Society. Mereka adalah Catman, Chessire, Ragdoll *anaknya ragdoll yang pertama, ni orang keren abis!!*, Deadshot, Scandal *anaknya vandal savage*, dan Parademon.

Artis: Dale Eaglesham and Wade von Grawbadger

Writer: Gail Simone


Rann – Thannagar War

TPB ini bercerita mengenai peperangan dua planet, yang orbitnya digeser oleh Superboy Prime dengan tujuan menghancurkan Oa sebagai pusat tata surya. Sebenernya gue gak mudeng sama komik ini, karena ngga ngikutin cerita Adam Strange. Disini HawkWoman tewas.

Artis: Ivan Reis, Marc Campos, and John Kalisz

Writer: Dave Gibbons


DAY OF VENGEANCE

Alexander Luthor memberikan Kristal yang berisi jiwa jahat Eclipso kepada Jean Loring yang dikurung dalam Arkham Asylum. Tujuannya adalah untuk mempengaruhi Spirit of Vengeance Spectre agar membantai tokoh-tokoh sihir dunia DC. Hasil akhirnya adalah ketidak seimbangan dunia sihir DC. Grup superhero Shadowpact bersama Captain Marvel yang akhirnya melawan Spectre dengan hasil akhir tewasnya penyihir Shazam.

Artis: Bill Willingham

Writer: Justiniano and Walden Wong


INFINITE CRISIS


Dalam infinite Crisis juga diketahui bahwa tujuan Alexander Luthor dan Superboy-Prime menghancurkan dunia-dunia parallel atau Multiverse adalah untuk membangun suatu bumi baru untuk dapat ditinggali dengan nyaman. Dengan menara yang dibuat dari sisa-sisa anti monitor, Alex menggabungkan dunia-dunia multiverse sehingga dunia tersebut menjadi hancur. Untung saja digagalkan oleh para Superhero yang dipimpin oleh Superman dan Superman Earth 2. Sedangkan Batman bersama tim Outsider menghancurkan Brother Eye dengan bantuan Blue Beetle yang baru. Superboy (Connor Kent) tewas pada saat melawan Superboy Prime yang mengamuk. Hasil akhirnya rencana Alex gagal pada saat menara anti monitor dihancurkan oleh Superboy, sedangkan Alex tewas ditembak oleh Joker dan Lex Luthor yang asli. Superboy Prime ditangkap oleh Green Lantern Corps dan dipenjara di dalam Sun Eater. Tapi krisis masih tetap berlanjut….

Writer: Geoff Johns

Artis: Phil Jimenez, George Pérez, Ivan Reis, and Jerry Ordway


Google Toolbar


google toolbar logo

Google Toolbar, apa itu???

Google toolbar adalah fasilitas bantuan dari google yang dapat kita gunakan salah satunya

untuk melakukan pencarian melalui search engine (mesinpencari situs)

tanpa harus mengunjungi situs google,

yang dipasang pada web browser kita(Internet Explorer dan Mozilla Firefox).

Contoh toolbar yang terinstall pada web browser mozilla firefox

fasilitas google toolbar

fasilitas lainnya dari google toolbar ini antara lain, kita bisa melakukan bookmark terhadap situs-situs yang kita kunjungi,

pop-up blocker yang dapat mengamankan komputer kita dari serangan spyware yang ada di internet,

mentranslate situs, dan masih banyak fasilitas lainnya. Silakan Anda coba, dan rasakan manfaatnyaWink...

Untuk download aplikasi ini bisa disini http://www.google.com/tools/firefox/toolbar/FT3/intl/en/index.html

Klik tombol Download Google Toolbar, Anda bisa langsung menginstall aplikasi ini ke browser yang Anda gunakan...
Selamat mencoba...

16.4.08

Awal ngeband

Awal pertama ngeBand??

Dibilang ngeband ngga juga sih, sekedar masuk studio musik aja. Dulu waktu zaman-zaman masih innocent sekarang udah ngga, waktu kelas 1 smp di Malang. Diajakin temen sekelas gara-gara kekurangan personil, ditambah lagi waktu itu rumah gue deket ama sekolahan. Tapi ternyata gue gak bisa gitaran akhirnya dibeliin gitar kelas 2 smp. Jadinya cuman setor suara ancur doang. Waktu itu gue takjub banget ngeliat peralatan band yang ada di rentalan, sampe-sampe gak berani megang gitar ato bass saking takut rusaknya. Gue masih inget lagu yang digarap waktu itu adalah 'Pelangi' dari Boomerang. Maklum waktu itu lagu ini lagi booming banget. Tapi sayang gue waktu itu lebih demen dengerin Backstreet Boys ato boyzone hehehehehe, demen banget idup di zama keemasan boyband. Jadinya gak apal liriknya pelangi. Duh malu aku...

Ternyata pengalaman pertama gue emang asik banget dan keterusan sampe sekarang. Ngeband menjadi salah satu pelepas stress gue di Purwokerto barang anak-anak Digitall. Gue pernah nginjek efek gitar sampe pedalnya loncat ke atas, pernah ngerusak plug gitar sampe gak bisa dipake, pernah ngejatuhin gitar sampe lecet-lecet dan berbagai cara perusakan yang gak sengaja *sembah sujud ke dewa gitar*...

Sampe sekarang impian gue yang belum terwujud adalah ngebanting gitar dengan sengaja waktu manggung. Sebenernya udah pernah niat dilakuin... berhubung Drummer gue udah siap-siap ngelancipin stik buat nancepin ke kepala gue waktu gue cerita hal ini... jadi batalin. Belum lagi drummer gue udah ngendorin mur-nya simbal, jadi waktu gue mulai tingkah yang ngga-ngga... swwiinngggggg...

Pelaaaangiiiiiii di sebrang rencanaaa akuuu berdiriiii
oh pelangiangiiiiiiiiiii….. rengkuh aku direlung hati
pelaangiiiii.... sentuuuuh aku tinggalkan mimpiiiiii
pelangiiiiiiiiiiiiiiii... buang gelisah jangan lepaskan akuuuuuuuuu
Oh Pelangiiiiiiiii.......

GYAAAAAA KEPALAAAKUUUUUU *stik nancep di kepala*

I Hate Naruto.... (judul yang provokatif ya...)

‘GiLL, Narutomu dah sampe mana??’ ‘Punya yang Shippuden ngga?’ ato ‘Eh tau ngga!! Kalo Jiraiya dah mokad loh’

Buseeett, bete banget dah kalo ditanyain gitu. Seolah-olah film anime yang bagus dan ngetren cuman Naruto doank. Plisss dehhhh. Gue ampe bersumpah kalo ada yang tanya gituan, gue lempar pake Shuriken... nah gak tau kan shuriken itu apa, gitu ngaku-ngaku seneng Naruto.

Bukan apa-apa sih, bahkan sebelum komiknya secara original diterbitin ama Elexmedia. Gue dah ngikutin ni komik ampe jauh. Jadi plis jangan tanya gue tentang perkembangan naruto karena gue dah expert banget hohohohohohoho.

Sebenernya sangat disayangkan banget klo Naruto diangkat ke layar kaca sebagai Anime, rasanya kurang sreg aja gitu. Ngeliat anime bertema Ninja yang membutuhkan scen-scene cepat, trus menjadi lambat pada saat dikartunkan. Degradasi gitu deh. Mana terjemahannya ancur lagi, jadi tambah sebel liatnya, mendingan nonton Inuyasha yang terjemahan lebih bagus 200 persen.

Gue saranin mendingan kalian tinggalkan aja nonton filmnya, dan mulai baca bukunya *dan beli!!*, karena seperti yang gue bilang diatas, cerita-cerita seperti Naruto membutuhkan pengamatan yang jeli karena pertarungannya yang cepat. Misalnya aja gini, waktu Naruto berusaha menghindar dari jurusnya lawan. Kalo di komik dia bisa berpikir untuk menghindar kemana atau sempat memikirkan strateginya, karena di komik tidak ada timing waktu yang jelas. Tapi pada saat dikonversi ke anime, mungkin waktu Naruto mikir strategi yang tepat keburu dibacok ma musuhnya kali. Nah kaya gini ini yang bikin sebel untuk nonton Naruto, karena absurd banget gitu.

Itu kelemahan Naruto dari segi teknis, lain lagi kalo dilihat dari segi cerita. Sebagai komik bertema ninja, Naruto kehilangan esensinya. Ciri khas Ninja adalah membutuhkan hubungan yang namanya Master dan Servant alias majikan-pembantu. Sudah jelas ninja adalah pembantu, konsepnya adalah assasins atau pembunuh gelap yang berdarah dingin, yang siap melaksanakan segala macam tugas yang disuruh oleh masternya, walaupun disuruh nyemplung sumur. Konsep inilah yang gak ditemukan di komik Naruto, walaupun ada suatu ceritanya yang menceritakan misi-misinya gengnya Naruto, tapi tetap aja esensi ninja gak ditemukan.

Konsep ninja yang lain adalah ninja bukanlah seorang superhero, ninja menghalakan segala cara untuk menang. Secara teknis konsep ini ditemukan dengan taktik-taktik tempur yang cukup bagus di Naruto, tapi esensinya tidak ditemukan. Mana ada Ninja yang merebut kembali Ninja yang telah diculik *misal sasuke*, atau ninja yang membalas dendam kepada ninja yang lain. Yang paling parah lagi ninja yang duelnya seolah-olah berlagak ksatria kaya Naruto. Buseeeetttt. Ke laut aja deh ninja kayak gini.

Kalo pengen nemuin serial dengan esensi ninja yang cukup baik mendingan nonton Basilisk atau pengen tau lebih dalam tentang ninja baca aja komik Ninja Rantaro. Nah komik yang terakhir walaupun lebih banyak lawakannya, tapi esensi tentang teknik-teknik serta peralatan ninja ada di komik ini. Komplit.

Ngga heran sih kalo Naruto bisa digemari banget di Indonesia, karena di Jepang sendiri Award Anime GrandPrix 2005, Naruto dapet tempat ketiga dikalahkan oleh Gensoumadden Saiyuuki dan Fullmetal Alchemist *Source:Animonster*.

Starless Skylight by The Psycho Catz Headline Animator