










Satu lagi komik yang bertema eksistensialis setelah review komik Kingdom Come dulu. Kali ini adalah mega event Infinite Crisis pada tahun 2006 kemaren.
DC sebagai penerbit komik terkemuka di AS terkenal dalam ketidak konsistensiannya dalam membuat komik Superhero. Misalnya sampai awal tahun 90-an sendiri masih banyak karakterk komik yang saling bentrok. Misalnya ada dua orang Superboy, yang satu adalah Superboy sebagai Superman yang masih muda dan tinggal di Smallville sedangkan Superboy yang lain adalah seorang kloning dari Superman dan Lex Luthor. Begitu juga karakter Superhero lainnya seperti Supergirl dan Power Girl.
DC mengakali kekacauan ini dengan membuat berbagai dunia parallel dalam dunia DC. Awal pembentukan dunia parallel ini adalah pada mulanya eksperiman ilmuwan Oa yaitu Krona yang meneliti jawaban atas terbentuknya alam semesta dengan menciptakan monitor, tapi sayang saat monitor tercipta, tercipta juga anti monitor yang jahat. Anti monitor ini mengajak Alexander Luthor dari Earth Three untuk menghancurkan Earth-earth yang lain. Namun dengan bantuan superhero yang tersisa, akhirnya monitor dapat menghentikan anti-monitor dan Alexander Luthor
Pada tahun 2005-2006 sebagai perayaan 50 tahun perjalanan DC comics, maka infinite crisis dilanjutkan kembali. Yang paling males waktu baca komik amrik kaya gini adalah harus membaca beberapa buku yang berbeda seperti komik Batman, Superman dan beberapa komik Tie In lainnya.
IDENTITY CRISIS
Awal infinite crisis adalah tentang penghapusan ingatan beberapa superhero dan villain dalam serial Identity Crisis. Disini diceritakan pembunuhan Sue Dibny oleh oknum tidak dikenal setelah pemerkosaannya oleh Dr. Light. Ingatan. Kemudian ingatan Dr. Light dihapus oleh Zatanna, Batman yang berang melihat kelakuan rekan-rekan JLAnya mengamuk dan terpaksa dihapus juga ingatannya. Beberapa minggu kemudian Sue Dibny ditemukan tewas tertembak di kepalanya. Dan pada komik JLA #115-119 Batman menyadari ingatannya sudah dihapus....
The Killers is: Jean Loring
Writer: Brad Meltzer
Artist: Rag Morrales
COUNTDOWN TO INFINITE CRISIS
Dalam Countdown to Infinite Crisis diceritakan tewasnya Blue Beetle setelah mengetahui beberapa rencana Maxwell Lord (Max adalah k
apitalis yang membiayai Justice League) beserta organisasinya, Checkmate dalam upaya untuk membunuh seluruh metahuman di seluruh dunia. Dan semuanya mengarah pada OMAC project...
Artis: Rags Morales & Michael Bair, Jesus Saiz & Jim Palmiotti, Ivan Reis & Marc Campos, Phil Jimenez & Andy Lanning and Ed Benes
Writer: Geoff Johns, Greg Rucka, and Judd Winick
O.M.A.C. PROJECT
Setelah menyadari kematian Blue Beetle, para Super
hero menyadari ada yang salah dengan komunitas metahuman. Beberapa superhero maupun villains dibantai oleh mahluk yang bernama OMAC yaitu Omni Mind and Community yang diciptakan oleh Maxwell Lord. Usut-punya usut OMAC diciptakan dengan data-data para superhero yang didapat dari satelit milik Batman bernama Brother MK I alias Brother Eye. Tujuannya adalah adalah untuk mengawasi komunitas superhero setelah mengetahui bahwa ingatannya telah dihapus dalam komik Identity Crisis. Pertempuran antara gabungan superhero dan supervillain melawan OMAC pun berlangsung da
n diakhiri dengan kematian Maxwell Lord oleh Wonder Woman. OMAC sendiri diciptakan Max dengan menggunakan virus dari Brainiac yang kemudia di infeksikan dengan menggunakan Brother Eye. Yang akhirnya satelit ini dicuri oleh Alexander Luthor, sang desainer krisis
Artis: Jesus Saiz
Writer: Greg Rucka

VILLAIN UNITED
Dalang beberapa insiden di atas diungkapkan dalam Infinite Crisis. Misalnya pencuri satelit Brother Eye adalah Superboy-Prime yang bekerja sama dalam rangka memusnahkan seluruh Meta Human di bumi. Selain itu dalam Countdown to Infinite Crisis, Alexander Luthor menyamar sebagai Lex Luthor dan membangun Secret Society yang baru bersama Deathstroke, Thalia Al-Ghul, Dr. Psycho dan Black Adam. Kemudian merekrut seluruh super villain untuk melawan super hero. Dalam villain united diceritakan mengenai Secret Six yang tidak mau bergabung dengan New Secret Society. Mereka adalah Catman, Chessire, Ragdoll *anaknya ragdoll yang pertama, ni orang keren abis!!*, Deadshot, Scandal *anaknya vandal savage*, dan Parademon.
Artis: Dale Eaglesham and Wade von Grawbadger
Writer: Gail Simone
Rann – Thannagar War
TPB ini bercerita mengenai peperangan dua planet, yang orbitnya digeser oleh Superboy Prime dengan tujuan menghancurkan Oa sebagai pusat tata surya. Sebenernya gue gak mudeng sama komik ini, karena ngga ngikutin cerita Adam Strange. Disini HawkWoman tewas.
Artis: Ivan Reis, Marc Campos, and John Kalisz
Writer: Dave Gibbons
DAY OF VENGEANCE
Alexander Luthor memberikan Kristal yang berisi jiwa jahat Eclipso kepada Jean Loring yang dikurung dalam Arkham Asylum. Tujuannya adalah untuk mempengaruhi Spirit of Vengeance Spectre agar membantai tokoh-tokoh sihir dunia DC. Hasil akhirnya adalah ketidak seimbangan dunia sihir DC. Grup superhero Shadowpact bersama Captain Marvel yang akhirnya melawan Spectre dengan hasil akhir tewasnya penyihir Shazam.
Artis: Bill Willingham
Writer: Justiniano and Walden Wong
INFINITE CRISIS
Dalam infinite Crisis juga diketahui bahwa tujuan Alexander Luthor dan Superboy-Prime menghancurkan dunia-dunia parallel atau Multiverse adalah untuk membangun suatu bumi baru untuk dapat ditinggali dengan nyaman. Dengan menara yang dibuat dari sisa-sisa anti monitor, Alex menggabungkan dunia-dunia multiverse sehingga dunia tersebut menjadi hancur. Untung saja digagalkan oleh para Superhero yang dipimpin oleh Superman dan Superman Earth 2. Sedangkan Batman bersama tim Outsider menghancurkan Brother Eye dengan bantuan Blue Beetle yang baru. Superboy (Connor Kent) tewas pada saat melawan Superboy Prime yang mengamuk. Hasil akhirnya rencana Alex gagal pada saat menara anti monitor dihancurkan oleh Superboy, sedangkan Alex tewas ditembak oleh Joker dan Lex Luthor yang asli. Superboy Prime ditangkap oleh Green Lantern Corps dan dipenjara di dalam Sun Eater. Tapi krisis masih tetap berlanjut….
Writer: Geoff Johns
Artis: Phil Jimenez, George Pérez, Ivan Reis, and Jerry Ordway